Omah Djawa: Hunian Kayu Yang Membawa Kembali Tradisi

omah-djawa-oleh-budi-pradono

Hunian kayu ini adalah salah satu mahakarya arsitek Budi Pradono yang menafsirkan kembali arsitektur vernakular. Hunian ini terdiri dari rangkaian ruang terbuka, semi terbuka, dan tertutup sebagai reinterpretasi dari rumah Jawa atau ‘Omah Djawa’ di desa wonososegoro. Terlihat jelas bahwa arsitek ingin kembali pada tradisi rumah masyarakat di pulau Jawa, dengan program tata ruang yang memenuhi kerja dari desain rumah modern.

Lokasinya sendiri dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari Semarang, sehingga jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota. Berada di lokasi yang indah di pedesaan dan dikelilingi oleh sawah, hutan tropis, serta lingkungan yang ramah membuat rumah ini sangat ideal dijadikan tempat tinggal atau sekedar penginapan di akhir pekan.

teras-omah-djawa-dengan-kolam-ikan

Desain Omah Djawa

Omah Djawa banyak mengambil inspirasi dari alam sekitar, dan kedekatan dengan alam ditunjukkan dari ruang terbuka, semi terbuka, dan tertutup yang semuanya saling berhubungan secara berurutan. Dengan konsep ini, desain Omah Djawa terhubung dengan lanskap dengan menciptakan berbagai ruang terbuka, menghasilkan hunian yang tenang namun berkarakter.

omah-djawa-kayu-dengan-cahaya-alami

Bagian Pendopo

Seperti layaknya rumah tradisional Jawa, banyak ruangan saling berhubungan namun pada saat yang sama memiliki privasinya masing-masing. Di bagian depan terdapat pendopo, elemen paling penting arsitektur Jawa sebagai tempat menerima tamu seluas 11 x 11 meter. Rumah pendopo menampilkan konstruksi joglo, yang terlihat dari bentuk atapnya yang khas. Strukturnya dirancang untuk dapat menahan gempa, arsitek juga menambahkan elemen kontemporer dengan menambahkan alas batu pada bagian bawah kolom kayu.

kamar-tidur-djawa-dengan-ekspos-dinding-bata

Omah Dalem

Di bagian belakang pendopo terdapat omah dalem. Strukturnya mirip dengan konstruksi joglo tetapi terbuat dari batu bata lokal dengan jendela berbingkai kayu. Ruang ini terdiri dari empat kamar tidur dengan halaman serta ruangan lainnya di bagian belakang. Terdapat pohon sawo besar di halaman depan sebagai simbol kebaikan pemilik akan berbagai dengan semua orang. Ruang antara halaman ini dilengkapi teras, tiga kamar tidur, dan satu ruang makan dengan suasana terbuka. Untuk menambahkan kesan modern pada rumah tradisional, desainer memilih material dengan hati-hati. Kayu jati dan batu bata merah adalah produksi masyarakat setempat dipadukan dengan logam dan batu sungai memberikan kesan yang ramah dan menenangkanĀ  pada konsep hunian Jawa.

omah-dalem-dengan-konsep-terbuka

kamar-tidur-kayu-bernuansa-jawa

ruang-makan-outdoor-bernuansa-jawa-etnik

desain-dapur-kontemporer-dengan-elemen-kayu

area-samping-rumah-dengan-atap-kayu-dan-lantai-batu

bale-kayu-tradisional-dengan-area-santai

bangku-kayu-tradisional-estetik

arsitek: Budi Pradono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *